PEMBUATAN STORYBOARD
TENTANG GAME EDUKASI BERBASIS ANDROID
UNTUK
KALANGGAN SISWA SMA
Disusun Oleh :
Dwi
Bramanto 146403020003
Prodi Sistem Informasi
Fakultas Sains Tecknologi
Universitas Kanjuruhan Malang
2016
BAB
1
PENDAHULUHAN
1.
Latar Belakang
Storyboard adalah visualisasi ide dari
aplikasi yang akan dibangun, sehingga
dapat memberikan gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan. Storyboard
dapat dikatakan juga visual script yang akan dijadikan outline dari sebuah
proyek, ditampilkan shot by shot yang biasa disebut dengan istilah scene.
dapat memberikan gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan. Storyboard
dapat dikatakan juga visual script yang akan dijadikan outline dari sebuah
proyek, ditampilkan shot by shot yang biasa disebut dengan istilah scene.
Storyboard sekarang lebih banyak
digunakan untuk membuat kerangka pembuatan
websites dan proyek media interaktif lainnya seperti iklan, film pendek, games, media pembelajaran interaktif ketika
dalam tahap perancangan /desain. Baru-baru ini istilah “Storyboard” telah
digunakan dibidang pengembangan web, pengembangan perangkat lunak dan
perancangan instruksi untuk mempresentasikan dan menjelaskan kejadian
interaktif seperti suara dan gerakan biasanya pada antarmuka pengguna, halaman
elektronik dan layar presentasi. Sebuah Storyboard media interaktif dapat
digunakan dalam antarmuka grafik pengguna untuk rancangan rencana desain sebuah
website atau proyek interaktif sebagaimana alat visual untuk perencanaan isi. Storyboard
harus mampu menceritakan sebuah cerita yang bagus. Untuk mencapainya, mereka
harus mengetahui berbagai film, dengan pengertian tampilan yang bagus,
komposisi, gambaran berurut dan editing. Mereka harus mampu untuk bekerja secara
sendiri atau dalam sebuah bagian tiam. Mereka harus mampu menerima arahan dan
juga bersiap membuat perubahan terhadap hasil kerja mereka
Untuk proyek tertentu, pembuat
Storyboard memerlukan ketrampilan
menggambar yang bagus dan kemampuan beradaptasi terhadap gaya yang
bermacam. Mereka harus mampu untuk mengikuti desain yang telah
dikeluarkan dan menghasilkan kerja konsisten, yang digambar pada model.
menggambar yang bagus dan kemampuan beradaptasi terhadap gaya yang
bermacam. Mereka harus mampu untuk mengikuti desain yang telah
dikeluarkan dan menghasilkan kerja konsisten, yang digambar pada model.
2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah
tersebut, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :
a. Kurangnya
minat dari masyarakat tentang game edukasi
b. Mengurangi
tingkat kejenuhan pelajar di saat belajar
c. Kurangnya
perhatian dari guru atau orang tua untuk mengarahkan anak-anak agar bermain game edukasi
d. Merubah pemikiran orang tua terhadap game,
bahwasanya tidak semua game berdampak buruk terhadap anak
3 Rumusan Masalah
Sesuai dengan permasalahannya, penulis
merumuskan masalah sebagai berikut :
a. Bagaimana
membuat game edukasi untuk anak kelas XII SMA ?
b. Bagaimana
mengatasi kejenuhan pelajar di saat pelajar tersebut susah memahami salah satu
mata pelajaran ?
c. Bagaimana merubah pemikiran buruk orang tua
terhadap game ?
BAB II
PEMBAHASAN
Berkaitan dengan game android tersebut,
maka penelitian ini dilaksanakan dalam rangka mengembangkan
game edukasi sebagai media
bantu pembelajaran drill and practice
guna mempersiapkan siswa menghadapi ujian nasional, khususnya untuk mata
pelajaran matematika SMA untuk program ilmu alam. Namun demikian, tulisan ini dibatasi
hanya pada tahap pengembangan game
yakni meliputi analisis sistem, perancangan game, pembuatan game,
dan pengujian game
Game yang memiliki content
pendidikan lebih dikenal dengan istilah game edukasi. Game
berjenis edukasi ini bertujuan untuk memancing minat belajar anak terhadap
materi pelajaran sambil ber-“game“, sehingga dengan perasaan senang
diharapkan siswa bisa lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan.
Jenis ini sebenarnya lebih mengacu kepada isi dan tujuan game, bukan
jenis yang sesungguhnya. Menurut Edward (2009) game merupakan sebuah
tools yang efektif untuk mengajar karena mengandung prinsip-prinsip
pembelajaran dan teknik instruksional yang efektif digunakan dalam penguatan
pada level-level yang sulit
Dalam penelitian ini, telah dikembangkan sebuah game
edukasi. Tahapan- tahapan kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan game
edukasi ini yakni sebagai berikut.
- Analisis Sistem (System Requirement)
Tahap
ini meliputi analisis mengenai kebutuhan data, informasi yang menjadi input
maupun output. Dilanjutkan analisis kebutuhan pemakai untuk mengetahui
kebutuhan pengguna terhadap aplikasi yang dikembangkan, dan analisis kebutuhan
sistem dan hardware.
- Perancangan Game (Game Design)
Kegiatan
pada tahapan ini meliputi perancangan sistem, penentuan story telling/
sinopsis dan perancangan alur cerita dengan menggunakan teknik storyboard,
perancangan karakter-karakter yang terlibat di dalam game ini,
perancangan background dan environment yang mendukung game,
dan perancangan menu yang akan tampil ketika game dijalankan.
- Tahap Pembuatan Game (Game Construction)
Pada
tahapan ini game dibuat dengan menggunakan Adobe Flash CS3
Professional. Pada tahap ini dikembangkan modul-modul program untuk program
utama serta program untuk masing-masing level yang akan digunakan dalam game.
- Tahap Pengujian Game (Game Testing)
Setelah
game berhasil dibuat dan program dapat berjalan, maka selanjutnya
dilakukan game
testing. Testing difokuskan pada logika internal dari perangkat lunak, fungsi eksternal, dan mencari segala kemungkinan kesalahan. Pada tahap ini dilakukan review dan evaluasi terhadap game edukasi yang dikembangkan, apakah sudah sesuai dengan rancangan atau belum. Jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai atau tidak diharapkan, kemudian dilakukan revisi atau perbaikan supaya produk tersebut dapat dioperasikan dengan baik dan siap untuk diimplementasikan serta diharapkan dapat memenuhi kebutuhan user. Melakukan pengetesan terhadap program yang telah selesai dibuat sebelum diimplementasikan dengan menggunakan teknik pengujian perangkat lunak yang telah ada yaitu pengujian white box, dan pengujian black box.
testing. Testing difokuskan pada logika internal dari perangkat lunak, fungsi eksternal, dan mencari segala kemungkinan kesalahan. Pada tahap ini dilakukan review dan evaluasi terhadap game edukasi yang dikembangkan, apakah sudah sesuai dengan rancangan atau belum. Jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai atau tidak diharapkan, kemudian dilakukan revisi atau perbaikan supaya produk tersebut dapat dioperasikan dengan baik dan siap untuk diimplementasikan serta diharapkan dapat memenuhi kebutuhan user. Melakukan pengetesan terhadap program yang telah selesai dibuat sebelum diimplementasikan dengan menggunakan teknik pengujian perangkat lunak yang telah ada yaitu pengujian white box, dan pengujian black box.
Sistem yang dikembangkan adalah sebuah game
edukasi latihan UN dengan judul “Wisat UN”. Game ini yang diharapkan
dapat membantu siswa secara efektif dalam mempersiapkan diri menghadapi UN.
Namun demikian sistem ini lebih berperan sebagai media bantu pembelajaran,
khususnya dalam pembelajaran drill and practice, yang sifatnya
komplementer terhadap persiapan-persiapan lain yang sudah dijalankan
sebelumnya, seperti pelaksanaan jam tambahan, try out UN, pembelajaran klinis,
dan sebagainya.
- Analisis Sistem (System Requirement)
Analisis sistem dilakukan untuk
mengetahui kebutuhan data, kebutuhan user, dan
kebutuhan sistem. Data utama pada aplikasi game ini digunakan sebagai dasar pemetaan soal UN matematika
yaitu berupa pengklasifikasian soal-soal UN ke dalam
tiga cluster sukar, sedang, dan mudah. Selanjutnya hasil clustering
ini merupakan dasar penggunaan leveling game. Untuk kebutuhan
sistem agar pengembangan game ini lebih menarik, maka konsep yang
digunakan adalah bernuansa animasi. Untuk itu, digunakanlah Adobe Flash CS3
Professional sebagai software pembangun aplikasi game edukasi
ini. Program Adobe Flash CS3 Professional merupakan program yang paling
fleksibel untuk membuat animasi, baik animasi interaktif maupun non interaktif.
Adobe Flash CS3 Professional sendiri membutuhkan program-program
pendukung lain, seperti Macromedia Dreamweaver, Frontpage, Adobe Photoshop,
CorelDraw dan lain-lain, yang digunakan untuk menghasilkan sebuah desain
yang menarik. Kebutuhan software yang digunakan juga harus sesuai dengan
kebutuhan minimum yang dicantumkan pada paket instalasi software
Adobe Flash CS3 Professional, yakni sistem opereasi Windows 98 SE, XP atau sesudahnya, prosesor Intel Pentium III 600MHz atau selebihnya, memori 128 MB (direkomendasikan 256 MB), dan Ruang Harddisk 190.
Adobe Flash CS3 Professional, yakni sistem opereasi Windows 98 SE, XP atau sesudahnya, prosesor Intel Pentium III 600MHz atau selebihnya, memori 128 MB (direkomendasikan 256 MB), dan Ruang Harddisk 190.
2.
Perancangan
Sistem Game (Game Design)
Metode
perancangan sistem menggunakan use case diagram, class diagram, activity
diagram dan sequnce diagram. Use case merepresentasikan
sebuah interaksi antara aktor dengan sistem dan menggambarkan fungsionalitas
yang diharapkan dari sebuah sistem. Use case diagram game edukasi
ini dapat dilihat pada gambar berikut.
Adapun class diagram dengan actor user
menggambarkan hubungan kelas-kelas obyek yang ada dalam sistem. Kelas-kelas
terdapat dalam halaman game meliputi halaman menu utama, halaman main,
dan halaman lihat skor. Class diagram pada game ini ditunjukkan
oleh gambar berikut.
Sementara itu, activity diagram
menggambarkan berbagai alur aktivitas secara umum dalam sistem yang dirancang,
bagaimana masing-masing alur berawal, decision yang mungkin terjadi, dan
bagaimana aktivitas ini berakhir. Activity diagram ini terdiri tiga
bagian yaitu activity diagram untuk memilih soal, activity diagram
untuk menjawab soal, dan activity diagram untuk melihat skor (penentuan
level). Activity
diagram untuk memilih soal yang akan
dikerjakan dan dijawab, dimulai dari user menentukan pilihan main pada
menu utama, maka akan tampil halaman pemilihan soal dalam bentuk aneka wahana
permainan. Selanjutnya user menentukan permainan yang dipilih, maka akan
tampil soal yang harus dikerjakan dan dijawab. Activity diagram untuk
pemilihan soal dapat dilihat pada gambar berikut.
Activity diagram berikutnya adalah activity diagram untuk menjawab soal
yang dapat dilihat pada gambar berikut.
Activity diagram menjawab soal
menggambarkan proses penentuan pemilihan jawaban atas soal yang telah dipilih.
Jawaban soal yang dipilih kemudian ditampilkan oleh sistem untuk mengecek
kembali keyakinan user atas jawaban yang dipilih, untuk selajutnya
pilihan jawaban dikoreksi oleh sistem. Demikian seterusnya hingga seluruh soal
pada level tersebut selesai dijawab.
Hasil penilaian kemudian disimpan untuk
diakumulasikan dengan hasil jawaban soal berikutnya. Jika akumulasi nilai yang
berhasil diperoleh user dapat mencapai batas nilai lulus, maka permainan akan
dilanjutkan pada level berikutnya, tapi permainan akan tetap pada level yang
sama jika akumulasi nilai berada di bawah batas nilai lulus yang ditentukan
oleh sistem. Secara rinci proses ini tergambar pada activity diagram
melihat skor, seperti tampak pada gambar berikut.
Selanjutnya,
sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di
sekitar sistem (termasuk user, display dan sebagainya) dan terjadi
komunikasi yang berupa pesan (message) serta parameter waktu. Di sini
terdapat dua sequence diagram yaitu diagram pilih soal dan jawab soal,
secara berurutan tampak pada gambar berikut.
BAB III
PENUTUP
1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang sudah
dilakukan dalam karya ilmiah selama perancangan hingga implementasi dan
pengujian, maka dapat diiambil beberapa kesimpulan sebagai berikut
A. Membuat
game edukasi untuk siswa/i kelas XII SMA jurusan IPS, untuk mengurangi tingkat
kejenuhan para siswa/i dalam belajar.
B. Mata
pelajaran yang diimplementasikan ke dalam aplikasi hanya mata pelajaran yang
diikut sertakan ketika UN (Ujian Negara).
C. Mengenalkan
dan merubah pemikiran orang tua terdahulu bahwasanya tidak semua game berdampak
buruk terhadap anak.
2 Saran
Pada penelitian ini, tentu saja masih
banyak kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam pengembangan sistem ke depannya, antara lain
A. Untuk
pengembangan aplikasi game ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut
dengan menambahkan mata pelajaran lainnya.
B. Dalam
pengembangan aplikasi ini, diharapkan agar bisa lebih menarik dengan memasukan
suara narator.







